SEJARAH KONGREGASI

Bapak Uskup Joannes Zwijsen, ketika menjabat sebagai Pastor Paroki di Gereja t'Heike Tilburg - Belanda, tergerak hatinya oleh belaskasih kepada para umatnya yang mayoritas adalah pekerja kasar buruh pabrik.
Banyak anak-anak di bawah umur, terpaksa harus bekerja karena kemiskinan. Mereka harus bekerja sampai malam hari, sehingga sangatlah mustahil bagi mereka untuk mendapatkan perhatian yang wajar dari keluarga, apalagi pendidikan rohani dan intelektual dasar. Joannes Zwijsen sangat prihatin melihat kondisi pastoral dan sosial umatnya yang melarat ini. Tersentuh oleh rasa iba yang mendalam akan nasib umatnya dan dibimbing oleh Penyelenggaraan Ilahi, Pastor Zwijsen akhirnya menemukan jalan keluar yang tepat.
Ada tiga remaja putri berkebangsaan Belgia yang datang melamar untuk menyerahkan diri, dan siap melakukan pelayanan kasih di bidang pendidikan,dan ketrampilan wanita untuk para gadis cilik. Mereka itu adalah Michael Leysen dan kedua kemenakannya Catharina Janssen dan Theresia Smith. Mereka berasal dari Hoogstraten, sebuah kota kecil di Belgia. Ketiga putri itu bahkan menyerahkan harta milik mereka agar didirikan LEMBAGA BELAS KASIH.
Para wanita ini memilih hidup tidak kawin dan berjanji membaktikan diri seluruhnya untuk kaum miskin dalam paroki Pastor Zwijsen. Mereka memulai pekerjaan ini dalam sebuah kediaman kecil di jalan Pius di Tilburg. Rumah kedua, dimana sisi depan bangunannya masih terpelihara, dinamakan ‘rumah dengan tiga belas sel’.
Pada tanggal 23 November 1832, lahirlah Kongregasi Suster-suster Cintakasih dari Maria Bunda Berbelaskasih atau Zusters Van Liefde atau yang dikenal dengan nama SCMM. Pada tanggal 5 Februari 1834, ketiga gadis itu dan pada waktu itu jumlah mereka sudah bertambah menjadi enam, akhirnya mengikrarkan kaul-kaul kebiaraan dalam gereja paroki “‘t Heike”, dihadapan Pendiri mereka Pastor Zwijsen. Pada hari yang sama, sebelum upacara profesi dimulai, diadakan pemilihan pemimpin. Demikianlah Muder Michael Leysen menjadi Pemimpin Umum kongregasi pertama.


