SALIB SCMM

Kematian Kristus adalah kurban Paska, dimana "Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" ( Yoh 1:29) , melaksanakan penebusan umat manusia secara dedenitif. Sekaligus Ia adalah kurban Perjanjian Baru, yang menempatkan kembali manusia dalam persekutuan dengan Allah, dengan mendamaikan manusia dengan Allah oleh "darah ...yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa" ( Mat 26 : 28 ).
" Cinta sampai kepada kesudahannya" ( Yoh 13 : 1) memberi nilai khusus kepada kurban Kristus dan mengakibatkan bahwa Ia menebus dan memperbaiki, mendamaikan dan menyilih. Pada waktu menyerahkan kehidupanNya untuk kita, Yesus mengenal kita semua dan mencintai kita semua. Sengsara damn kematian Yesus di kayu salib, sungguh bukti nyata bagi kita, bahwa Yesus ingin kita jauh dan jauh meninggalkan dosa. Tidak seorang manusia, malahan orang kudus terbesar sekalipun, yang mampu menanggung dosa semua manusia dan menyerahkan diri sebagai kurban untuk semua. Tetapi berkat Pribadi Putera ilahi di dalam Kristus, yang melampaui dan sekaligus merangkul-Nya dan membuat Kristus menjadi kepala seluruh umat manusia, maka kurban Kristus dapat menebus semua orang.
Bagi semua orang salib adalah rahmat , demikian pula bagi Kongregasi SCMM. Jelas dapat dilihat dari gambar salib SCMM yang senantiasa dipakai, mempunyai arti dan makna khusus. Sr. Marguerite Zeveke adalah seorang yang ahli dalam seni, dan dengan bakatnya yang luar biasa ini, sesudah konsili Vatikan II pada tahun 1962 - 1965, ia memperkenalkan desainnya berupa sebuah salib untuk kongregasi SCMM. Akhirnya DPU SCMM menerima dan menetapkan desain salib SCMM ini resmi dipakai oleh para pengikut SCMM. Pada salib ini terdapat Mahkota Duri pada bagian horizontal. Yang artinya mahkota duri pada salib ini menggambarkan salib Kristus.


