BAPA PENDIRI

BIOGRAFI
Mgr. Joanes Zwijsen lahir pada tanggal 28 Agustus 1794. Beliau dilahirkan di desa Kerkdriel - Belanda. Orangtuanya bernama Petrus Zwijsen, dan ibunya bernama Wilhelmina van Herpen . Orangtuanya adalah pemilik kincir gandum dan mereka hidup dengan sederhana. Nama pelindung Joanes Zwjisen ialah Johanes Pembaptis yang diperingati oleh Gereja setiap tanggal 24 Juni.
Berikut ini riwayat hidup Mgr. Joanes Zwijsen :
1806 - Joannes menerima Komuni I pada usia 11 tahun lebih.
1806 – 1808: Sekolah di Perancis atas anjuran Pastor Paroki.
1808 – 1810: sekolah Latin di Uden
1810 – 1813: sekolah Latin di Helmond, di Biara Norbertin. Hasil studinya sangat memuaskan.
1813 – 1817: Studi di seminari Tinggi di Harlem. Beberapa catatan dari arsip seminari: Ia termasuk pandai tetapi tidak melebihi yang lain, penyanyi dalam Liturgi, orang yang pragmatis, punya kesalehan yang sehat (sangat menghormati Maria), pengkhotbah yang baik, pengarang yang sedang, tidak terlalu peka akan seni, tetapi peka akan sejarah, terutama sejarah Gereja.
19 Jan 1817: Ditahbiskan menjadi Diakon di Jerman.
20 Des 1817: Ditahbiskan sebagai Imam di Belgia.
1818 – 1828: Menjadi Pastor Pembantu di Paroki ‘t-Heike di Tilburg.
1828 – 1832: Menjadi Pastor Paroki di Best dan langsung mengembangkan talentanya untuk organisasi, kunjungan kepada seluruh umat, perhatian khusus untuk peningkatan mutu pendidikan dasar, perhatian untuk liturgi paroki dan koor, unggul dalam administrasi paroki, relasi dengan Raja Willem II, sikap tegas terhadap pemerintah.
1832 – 1854: 11 Mei 1832 diangkat menjadi Pastor Paroki St. Dionisius ‘t-Heike di Tilburg.
23-11-1832: Pastor Zwijsen mendirikan Kongregasi SCMM. Suster-suster pertama terdiri dari 3 begijn dari Hoogstraten, yaitu Michael Leysen dan dua kemenakannya Catharina Janssen dan Theresia Smits.
17-04-1842: Ditahbiskan menjadi Uskup di Gerra
25-08-1844: Mendirikan Kongregasi Frater CMM
1847: Mgr. Zwijsen ditunjuk oleh Roma untuk mewakili Tahta Suci dalam urusan dengan pemerintah Belanda.
1849: Wafatnya Raja Willem II. Keluarga kerajaan menginap di Pastoran.
1853: Mgr. Zwijsen menjadi Uskup Agung I Utrecht. Saat pemulihan hirarki Gereja di Belanda; Terjadi bentrokan antara umat Katolik dan Protestan, masa yang mengamuk sempat membakar patung Zwijsen; Zwijsen berhasil membangun wilayah keuskupannya yang luas, mereorganisir paroki-paroki dan menentukan batas-batasnya, membuat peraturan-peraturan untuk Dewan Paroki, mendirikan Seminari untuk pendidikan calon-calon Imam Projo, membentuk Dewan Keuskupan dan Dewan untuk pemeliharaan orang-orang miskin, beliau sangat berpengaruh & didengarkan oleh Roma.
1854: Kunjungan I ke Roma untuk urusan Gereja dan menghadiri pengumuman oleh Pau Pius IX tentang “Dogma St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa” (di bagian depan di dalam Basilika St. Petrus di Roma, di sebelah kiri dinding bisa dibaca nama-nama Uskup yang hadir, termasuk nama Mgr. Zwijsen).
1862: Kunjungan II ke Roma untuk urusan pengangkatan Pembantu/Penggantinya.
15-07-1863: Percobaan pembunuhan Mgr. Zwijsen di Huize Gerra.
29-07-1863 s/d Nov 1864: Beliau tinggal di rumah induk Frater CMM untuk istirahat guna pemulihan kesehatan. Dari 3 Des 1863 – Maret 1864 beliau diantar 2 kali seminggu ke Biara induk SCMM untuk memberikan Konferensi. Ke 27 Konferensi itu merupakan penjelasan atas Konstitusi SCMM dan kemudian dicetak/diterbitkan dengan judul “Gemeenzame Gesprekken” (Familiar Discourses; Pembicaraan-pembicaraan Akrab).
1865: Memimpin Konsili Provinsi Gereja di Katedral St. Jan di ’s-Hertogenbosch dan mengeluarkan Dokumen “Acta et Decreta” yang mempunyai pengaruh besar dalam pembangunan dan perkembangan Gereja Belanda.
1867: Sinode Keuskupan. Ide-ide dan pendapat Mgr. Zwijsen tentang praktek hidup Kristiani tertuang di dalam surat puasa tahunan.
1868: Dibebastugaskan sebagai Uskup Agung Utrecht, dan digelari “Uskup Agung-Uskup”. Dikeluarkan “Mandemen” (Dokumen penegasan para Uskup tentang pendidikan Katolik) dengan memakai rumusan dari Mgr. Zwijsen.
1870: Kunjungan III ke Roma, mengikuti KV I; 2 Oktober pengumuman Dogma bahwa Paus Tak Dapat Salah; pengesahan Konstitusi CMM.
1877: Tahun terakhir hidupnya:
- 16 Agustus: untuk pertama kalinya beliau tidak sanggup lagi mempersembahkan Ekaristi
- 27 Agustus: diantar ke Biara induk SCMM di Tilburg untuk merayakan HUT ke 83 (28 Agustus)
- 8 September: menerima sebagian dari Sakramen Terakhir.
- 10 Oktober: menerima Minyak Suci.
- 13 Oktober: meninggalkan wasiatnya……
- Selasa, 16 Oktober, jam 3 sore, beliau wafat……!!


